Panduan Pemakaian
Cara pakai PRD-nya
setelah dokumennya jadi
Pertanyaan yang paling sering muncul: PRD-nya sudah di tangan, terus diapakan?
Isi Unduhan
Satu berkas, delapan bagian
Yang kamu unduh bukan kode, melainkan satu dokumen .md. Semua yang perlu diketahui agent ada di dalamnya: dari tujuan produk sampai nama kolom database.
PRD: Project Requirements Document ├─ 1. Overview masalah, tujuan, siapa penggunanya ├─ 2. Requirements platform, batasan, integrasi ├─ 3. Core Features fitur MVP beserta kemampuannya ├─ 4. User Flow perjalanan pengguna dari awal ├─ 5. Architecture komponen dan hubungannya ├─ 6. Sequence Diagram alur teknis tiap skenario inti ├─ 7. Database Schema tabel, kolom, dan relasinya └─ 8. Tech Stack teknologi terpilih beserta alasannya
Langkah Pakai
Dari PRD sampai agent mulai ngoding
- 01
Rapikan dulu lewat chat
Sebelum diunduh, baca PRD-nya dari atas. Ada yang kurang atau salah? Minta lewat kotak chat di sebelah kanan: misalnya tambah halaman landing, atau ganti databasenya. Memperbaiki di sini jauh lebih murah daripada membongkar kode nanti.
- 02
Tekan Mulai Implementasi
Tombol itu membuka tiga pilihan: unduh PRD.md, salin seluruh PRD, atau salin prompt agent. Kalau agent kamu membaca berkas, pilih unduh. Kalau berbasis chat, salin PRD-nya.
- 03
Taruh di folder proyek
Buat folder kosong untuk proyek barumu, lalu simpan PRD.md di dalamnya. Semua kode nanti dibuat sejajar dengan berkas itu.
- 04
Buka dengan editor yang punya AI agent
Buka folder tersebut di VS Code, Cursor, Windsurf, atau lewat terminal untuk agent CLI seperti Claude Code, Codex, opencode, atau Gemini CLI.
- 05
Tempel prompt agennya
Salin prompt agent dari tombol yang sama, tempel ke chat agent, lalu kirim. Isinya membagi pekerjaan jadi lima fase: tampilan dulu, backend belakangan: dan menyuruh agent berhenti di tiap fase supaya kamu sempat menilainya.
Prompt agennya kira-kira begini: tidak perlu diketik, tinggal disalin:
Baca PRD.md sampai habis, lalu kerjakan lima fase berikut BERURUTAN. Satu fase selesai, BERHENTI dan tunggu saya bilang lanjut. Fase 1: UI/UX Full Prototype Seluruh tampilan jalan dengan mock data/local state. Belum ada backend, database, API, atau integrasi. Fase 2: UI/UX Review & Refinement Revisi dan perapian frontend. Data masih tiruan. Fase 3: Backend & Integrasi Bangun backend, lalu ganti mock data dengan data asli. Fase 4: Testing & QA Uji tiap fitur dan alur, termasuk jalur gagalnya. Fase 5: Audit PRD & Deployment Cocokkan hasil dengan PRD, lalu siapkan langkah rilis.
Urutan fase itu yang paling menentukan hasilnya. Kamu bisa mengklik seluruh alurnya lebih dulu, dan memperbaiki yang keliru selagi belum ada apa pun yang dibangun di atasnya.
Yang Perlu Dijaga
Empat hal supaya hasilnya tidak berantakan
Ubah lewat chat, bukan tulis ulang
Chat hanya menyentuh bagian yang perlu diubah, sisanya utuh. Tombol buat ulang membuang seluruh dokumen dan menulis dari nol: pakai itu hanya kalau arah produknya memang berubah total.
Periksa bagian 7 sebelum menyerahkan
Nama tabel dan kolom di situ akan dipakai agent apa adanya. Menggantinya setelah kode jadi berarti membongkar migrasi dan query sekaligus.
Simpan ke git sejak awal
Commit PRD.md sebelum agent menulis kode apa pun. Kalau hasilnya melenceng, kamu punya titik balik yang bersih.
Nilai tiap fase sebelum menyuruh lanjut
Agent berhenti di tiap fase dan menunggu kamu. Pakai jeda itu: klik prototipenya, coba alurnya. Salah arah di fase awal murah diperbaiki, sedangkan membongkar backend yang sudah menempel jauh lebih mahal.
Belum punya PRD-nya?
Tulis idenya dalam satu paragraf, sisanya dokumen yang urus.